Kamis, 24 Maret 2011

Memahami Pementasan Drama

-Drama adalah karya pertunjukan tentang tingkah laku manusia yang ditampilkan diatas panggung.
-Persoalan yang diangkat dalam drama dapat berasal dari pengalaman pribadi, pengalaman orang lain atau hasil pemikiran imajinasi. Persoalan tersebut kemudian dioalah sedemikan rupa, menjadi potongan-potongan peristiwa yang dirangkai secara indah seakan-akan benar-benar terjadi. Konflik yang diciptakan dapat berupa konflik eksternal (konflik antar tokoh) atau konflik internal (konflik dalam diri tokoh yaitu antara keinginan dan realita yang berbeda).
-Naskah drama mengandung beberapa unsur tokoh antara lain:
1. pelaku/tokoh
2. dialog/percakapan/wawacang
3. keterangan lakuan/kramagung
4. keterangan lainnnya, meliputi prolog, epilog, latar, kostum, properti, dll
-Dalam mempersiapkan pementasan drama perlu diperhatikan hal-hal berikut:
a. tahap persiapan:


  1. menghafal teks/menghafal alur
  2. memahami vokal dan intonasi
  3. memahami watak dan perilaku yang diperankan
  4. memahami cerita secara keseluruhan
  5. mempersiapkan arena/panggung
b. tahap peelaksanaan:
  1. selalu memperhattikan pengusapan, intonasi serta teknik pernafasan 
  2. berakting sesuai dengan tuntutan karakter dalam cerita
-Langkah-langkah pementasan drama:
  1. menyusun naskah (idenya bisa merupakan ide asli, saduran, kisah lain yang ada)
  2. melakukan pembedahan secara bersama-sama atas naskah yang dimainkan, tujuannya agar semua calon pemain memahami peran sesuai isi naskah
  3. reading yaitu calon pemain membaca keseluruhan nnaskah sehingga memahami perannya dan peran tokoh lain
  4. casting, melakukan pemilihan pemeran bertujuan menempatkan seseorang sesuai kemampuannya berperan untuk tokoh tertentu
  5. mendalami peran yang ingin dimainkan melalui pemgamatan di lapangan. Calon pemeran mencari informasi sebanyak mungkin tentang karakter dan kebiasaan tokoh yang diperankan
  6. blocking, sutradara mengatur akting yang dilakukan pemeran agar terjadi pemandangan/pementasan yang dapat dilihat secara ilmiah
  7. ranning, pemain menjalankan latihan secara lengkap mulai dari dialog, nafas
  8. gladi bersih, yaitu latihan terakhir sebelum pementasan agar pementasan tidak terjadi kekurangan
  9. pementasan yaitu semua komponen pementasan digunakan secara lengkap agar pementasan sesempurna mungkin
-Unsur-unsur drama yang perlu kita ingat:
  1. tema dan amanat, jika tema dalam drama merupakan ide central yang menjadi pokok persoalan maka amanat merupakan pemecahannya atau jika tema meerupakan pernyataan, maka amanat sebagai jawabannya
  2. penokohan/karakteristik/perwatakan adalah penampilan tokoh sebagai pembawa peran watak tokoh yang bertanggung jawab untuk mampu menciptakan citra tokoh agar hidup
  3. alur atau plot/trap, rangakaian atau jalinan peristiwa yang sambung menyambung membentuk hubungan sebab akibat dalam cerita
  4. setting adalah suasana, keadaan tampilan ketika tokoh tampil diatas pentas, contoh setting luar antara lain ruang,  waktu, situasi,  contoh setting dalam antara lain mimik, pandangan mata, ekspresi gerak, dsb
  5. tikaian/konflik adalah saat penting dan genting yang mampu menimbulkan peristiwa dramatis yaitu peristiwa yang mengandung konflik, peristiwa yang mengandung rasa ingin malu
  6. cakapan/dialog adalah dialog yang harus diucapkan oleh pemeran

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar